Masa Depan

Hampa ketika hanya melihat cerminanmu
Sedih ketika teringat ketidakadilan yang terjadi
kemanakah aku harus melangkah

Bukan, bukan rasa penyesalan yang aku iginkan
tetapi rasa itu terus muncul dan menghantui
seakan-akan aku telah tertinggal jauh
sejauh aku sudah tidak bisa melihatmu

Kapan engkau hadir kembali di hadapanku
sehingga aku bisa menggenggammu dan meninggalkan cerminanmu
Kapan engkau mulai memanggilku
sehingga aku bisa merasakan kepercayaanku akan dirimu yang dulu

Aku tidak bisa hanya menunggumu untuk datang
Aku harus menjemputmu dan menggenggammu kembali
Demi impian dan harapanku…..

Budiono
5 Juli 2006

2 Responses to “Masa Depan”

  1. tiUi Says:

    :)

  2. anandouse Says:

    Hi!
    My name is Jessika!

Leave a Reply